Menu
Personal Finance
Knowledge
Work Life
Relationship
Mental Health
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kenapa Pengeluaran Lebih Boros saat Bulan Ramadhan?

Kenapa Pengeluaran Lebih Boros saat Bulan Ramadhan? Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
WE Trivia, Yogyakarta -

Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang sangat ditunggu kehadirannya oleh umat Islam. Di bulan penuh berkah ini, segala amalan umat Islam akan dilipatgandakan.

Selain itu, Ramadhan atau bulan puasa terkadang dianggap dapat meminimalisir pengeluaran. Di mana orang yang berpuasa hanya perlu makan dua kali, yakni saat sahur dan berbuka.

Namun perlu diketahui bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, pada kenyataannya banyak orang yang lebih boros saat bulan Ramadhan.

Survei Daily Social menemukan bahwa 62,75 persen responden Indonesia berbelanja lebih banyak saat Ramadhan daripada hari biasa. 

Hal ini didukung oleh data Criteo dalam laman Retail Asia yang menunjukkan bahwa selama minggu ketiga dan keempat Ramadhan terjadi pertumbuhan pembelian online sebesar 87 dan 52 persen. 

Baca Juga: Kenapa Orang Indonesia Justru Boros saat Bulan Puasa?

Apabila hanya perlu makan dua kali sehari, mengapa banyak orang yang lebih boros saat bulan puasa? Ini penjelasan lengkapnya!

Alasan Kenapa Pengeluaran Lebih Boros saat Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan dapat menyebabkan orang lebih boros karena berbagai alasan. Berikut alasan kenapa pengeluaran lebih boros saat bulan Ramadhan yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Banyak makanan sisa

Melansir laman Ecomena, selama Ramadhan, orang cenderung membeli lebih dari kebutuhan normal mereka untuk konsumsi sendiri plus untuk mengurus tamu. Meski memasak banyak, orang biasanya hanya dapat mengonsumsi jumlah makanan yang terbatas.

Di mana orang akan berhenti makan saat kenyang, sehingga menyebabkan banyak makanan yang tersisa dan akan terbuang sia-sia. 

2. Tidak mau makan makanan sisa

Saat berpuasa, biasanya orang-orang tidak mau memakan makanan sahur untuk buka dan sebaliknya. Sehingga orang akan membeli atau memasak makanan baru setiap sahur atau buka.

3. Tergoda membeli banyak makanan untuk berbuka

Menyadur studi “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumsi Masyarakat di Bulan Ramadhan”, saat bulan puasa, banyak muncul pedagang yang menjajakan makanan dan minuman yang menggoda. 

Ini sangat berpengaruh pada peningkatan konsumsi orang yang berpuasa. Sebab, orang akan tergoda untuk membeli minuman segar dan makan lebih banyak setelah seharian berpuasa.

4. Membeli keperluan lebaran

Di Indonesia, merayakan lebaran dengan meriah merupakan budaya turun temurun. Sehingga satu atau dua minggu menjelang lebaran banyak orang yang akan berbelanja banyak makanan. 

Baca Juga: Kenapa Puasa Ramadhan Wajib untuk Umat Islam?

5. Membeli baju lebaran

Lebaran dan baju baru bagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga pemborosan saat Ramadhan juga berasal dari pembelian baju lebaran.

Penulis/Editor: Dinda Agita Dewi

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: