Menu
Personal Finance
Knowledge
Work Life
Relationship
Mental Health
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kenapa Orang Tua Begitu Ketat pada Anak?

Kenapa Orang Tua Begitu Ketat pada Anak? Kredit Foto: Unsplash/charlesdeluvio
WE Trivia, Blitar -

Mengutip American Psychological Association, orang tua yang ketat didefinisikan sebagai orang tua yang menempatkan standar dan tuntutan yang tinggi pada anak. Mereka bisa berwibawa atau otoriter, tergantung pada keyakinan disiplin orang tua dan tanggap terhadap kebutuhan anak.

Orang tua ketat karena berbagai alasan. Sebagian dari mereka memiliki harapan yang tinggi; mengajari anak tentang disiplin diri dengan meminta tanggung jawab anak. Orang tua ini mengutamakan kepentingan terbaik anaknya.

Baca Juga: Kenapa Anak Dewasa Justru Menelantarkan Orang Tua?

Namun, beberapa orang tua yang ketat mengontrol karena takut dianggap tidak kompeten jika anak melakukan kesalahan. Orang tua seperti itu lebih mementingkan perasaan dan ketidakamanan mereka daripada kesejahteraan anak.

Mengutip Parenting for Brain, banyak orang tua yang ketat adalah orang tua yang keras. Mereka bersikap dingin, tidak tanggap, dan tidak mendukung anak-anak. Aturan mereka sering kali terlalu ketat dan sewenang-wenang.

Mereka tidak mengizinkan anak untuk menyuarakan pendapat atau mempertanyakan keputusan orang tua. Orang tua ini mempraktikkan gaya pengasuhan otoriter yang keras, dengan hasil lebih buruk daripada gaya otoritatif.

Banyak orang tua yang ketat membenarkan pilihan gaya pengasuhannya ini karena tidak ingin membesarkan anak yang membangkang. Sebab, pola asuh yang lunak sering kali diyakini menyebabkan pembangkangan pada anak.

Dampak Negatif Orang Tua Ketat pada Anak

Masih banyak yang belum menyadari bahwa orang tua yang ketat bisa memberikan dampak negatif pada anak. Hal ini menimbulkan kesulitan kepercayaan antara orang tua dan anak, yang memengaruhi hubungan di masa depan.

Melansir artikel Anything for Family, anak menjadi penakut, tertutup, dan licik, dengan banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua cenderung khawatir tentang kesalahan daripada membantu anak belajar dari kesalahan.

Selain itu, anak yang dibesarkan dengan disiplin yang ketat oleh orang tuanya cenderung memiliki lebih banyak masalah perilaku antisosial, seperti pemberontakan, kemarahan, kekerasan, dan kriminalitas.

Tak ayal, orang tua yang ketat cenderung membesarkan anak dengan seperangkat aturan kaku yang membatasi kebebasan, seperti membatasi waktu anak bermain di luar dan tidak mengizinkan makan makanan tertentu.

Baca Juga: Kenapa Orang Tua Menyalahkan Anak?

Terakhir, orang tua yang ketat membatasi kesempatan anak untuk bertemu orang baru atau menjelajahi gaya hidup yang berbeda. Hal ini dapat merugikan anak karena mencegah mereka mengembangkan keterampilan sosial atau mendapatkan pekerjaan.

Penulis/Editor: Mitha Jayanti Mardiana

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: