Menu
Personal Finance
Knowledge
Work Life
Relationship
Mental Health
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kenapa Perusahaan Enggan Bayar Upah Lembur untuk Karyawan?

Kenapa Perusahaan Enggan Bayar Upah Lembur untuk Karyawan? Kredit Foto: Freepik/Pressfoto
WE Trivia, Yogyakarta -

Kerja lembur bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi karyawan untuk mendapat upah tambahan. Namun, ada saja celah yang memungkinkan perusahaan untuk memaksa karyawannya kerja lebih tanpa harus membayar upah lembur.

Ada beberapa alasan kenapa perusahaan menghindar untuk membayar upah lembur bagi karyawan.

Baca Juga: Kenapa Buruh Harus dapat Upah Kerja Lembur?

1. Memaksimalkan keuntungan

Pepatah 'waktu adalah uang' sudah menjadi sebuah prinsip dalam bisnis. Itu sebabnya, beberapa perusahaan 'nakal' berupaya mencuri waktu karyawannya agar tak perlu membayar uang lembur. Dengan demikian, produktivitas perusahaan meningkat tanpa harus mengeluarkan uang lebih untuk upah lembur.

Caranya bisa dengan mewajibkan karyawan bekerja di luar jam kerja, misalnya di akhir pekan atau hari libur nasional. Mereka juga bisa mengakali pekerja dengan menggunakan sistem pembayaran berdasarkan rata-rata jam kerja. Ada juga yang memanfaatkan celah sistem karyawan kontrak maupun pekerja lepas.

2. Bisnis menurun

Saat perekonomian lesu, perusahaan harus memutar otak agar bisnisnya yang menurun dapat terus berjalan dan perlahan merangkak naik. Namun, bisnis yang menurun itu menyebabkan pendapatan ikut turun. Akibatnya, karyawan digenjot untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dalam keterbatasan dana. Lembur tanpa upah pun dijadikan solusi instannya.

3. Lemahnya penegakan hukum

Undang-undang ketenagakerjaan telah dirancang sedemikian rupa untuk melindungi hak dan kewajiban pekerja maupun pengusaha. Namun, jika penegakannya lemah, oknum perusahaan dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk melanggarnya. Salah satunya mangkir dari kewajiban membayar upah lembur.

4. Perampingan karyawan

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak PHK massal. Namun, setelah situasi membaik, para korban PHK itu tidak dipekerjakan kembali. Sebaliknya, perusahaan justru berusaha bertahan dengan memberdayakan karyawan yang ada dan menambah jam kerja untuk mengambil alih kapasitas tugas karyawan sebelumnya.

Aturan Lembur di Indonesia

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pemerintah menetapkan bahwa jam kerja yang berlaku adalah 7 jam per hari atau 40 jam dalam satu minggu selama 6 hari kerja dalam seminggu. Karyawan juga dapat bekerja selama 8 jam sehari atau 40 jam kerja dalam seminggu selama 5 hari kerja.

Baca Juga: NasDem Disentil Usai Sindir 'Tetangga Sebelah' Blunder Gegara Tolak Israel: Tindakan Seperti Ini Hanya Dilakukan Pengecut

Penulis/Editor: Citra Puspitaningrum

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: