Menu
Personal Finance
Knowledge
Work Life
Relationship
Mental Health
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kenapa Profesi Artis Rentan Mengalami Depresi?

Kenapa Profesi Artis Rentan Mengalami Depresi? Kredit Foto: Unsplash/Anthony Tran
WE Trivia, Yogyakarta -

Seringkali masyarakat terpukau dengan kehidupan artis yang terlihat glamor dan menyenangkan. Namun di balik itu, industri hiburan memberikan tekanan yang cukup berat bagi seseorang yang berkecimpung di dalamnya, termasuk para artis.

Mulai dari tuntutan profesional hingga minimnya privasi dapat mengakibatkan artis mengalami tekanan mental, sehingga tak mengherankan kalau beberapa dari mereka sangat rentan mengalami depresi

Korelasi antara artis  dan depresi ini sudah menjadi perbincangan sejak lama. Pada tahun 1890 seorang pelukis ternama Vincent van Gogh diketahui mengalami depresi hingga berujung mengakhiri hidup. Begitupun dengan cerita primadona Hollywood Marilyn Monroe yang mengakhiri hidup pada tahun 1962 karena diduga mengalami depresi.

Baca Juga: Kenapa Berhenti Merokok Berpotensi Alami Depresi?

Permasalahan artis dan kesehatan mental ini masih berlanjut hingga sekarang, dibuktikan dengan beberapa kasus  yang dialami oleh artis-artis populer Korea misalnya, seperti Jonghyun Shinee, Choa AOA dan beberapa artis lain, yang sempat depresi.  

Melansir Korea Herald, seorang psikiater Kim Byung-soo yang memiliki beberapa pasien selebriti, menyebutkan bahwa emosi yang tidak stabil dan pemisahan identitas menjadi penyebab utama artis-artis tersebut mengalami depresi.

Selebritas atau artis yang terlibat dalam aktivitas kreatif akan lebih rentan mengalami depresi dibandingkan orang biasa. Hal itu dikarenakan seorang artis harus memisahkan antara identitas sosial dan identitas pribadi,  yang pada akhirnya mereka kehilangan jati diri. 

Baca Juga: Kenapa Menonton Drama Korea Bisa Bikin Kecanduan?

Sementara merangkum dari Verywell Mind, dijelaskan bahwa depresi yang dialami oleh artis bukan disebabkan oleh kreativitas yang mereka miliki, melainkan hal-hal berikut ini.

1. Tekanan dan ekspektasi publik

Seorang artis hidup dalam sorotan publik dan terus-menerus diawasi oleh penggemar, media, dan kritikus. Mereka diharapkan untuk selalu tampil prima dan menarik perhatian publik, namun kadang-kadang tekanan ini dapat sangat berat dan sulit untuk diatasi.

2. Kritik yang tajam

Sebagai artis terkadang menerima kritik yang tajam dari masyarakat. Kritik dari masyarakat dapat berupa komentar negatif di media sosial, berita negatif atau rumor, dan juga tuntutan yang tidak realistis dari penggemar. Terlebih lagi, internet dan media sosial membuat kritik dari masyarakat dapat menyebar dengan cepat dan luas, yang dapat memicu stres dan kecemasan pada artis.

Penulis/Editor: Sabriena Yully Puspita

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Terpopuler

Terkini

Lihat semuanya